Kamis, 19 September 2013

Gunung Semeru

Sejenak aku menikmati pesonamu

Mereguk dingin bekumu

Menyelami indah danaumu

Menyusuri punggung terjalmu

Dalam dekapan suci awanmu

Butir-butir pasir bersama anginmu

Menjadi saksi petualangan manusia

Semeru...Sungguh Maha Indah bagi yang Telah Menciptakanmu

(Semeru, November 2012)


crew berpose dipintu pendakian

Kisah sedih,haru, tawa, konfilik mengiringi perjalanan kami. Sejak start dari terminal Bungurasih-Surabaya, menumpang bus menuju terminal Arjosari-Malang, naek angkot menuju Tumpang, mencarter jeep menuju Ranupane hingga perjalanan melelahkan mencapai Ranukumbolo dan Kalimati, dilalui dengan penuh suka dan duka. Sungguh banyak hikmah yang saya dapatkan, terutama saya bisa mengenal lebih dekat karakter istri saya...:)

Ranukumbolo

Kisah paling menarik dari pendakian ini adalah bertemunya dua insan hingga menuju pelaminan. Fahmy kini telah mempersunting Ziyan menjadi istrinya. Begitulah, bagi saya gunung menyimpan banyak kisah kehidupan. 



Baris pertama : Ichank
Baris Kedua (dari kiri) : Fahmy. Ziyan, Nur, Kadhafi, Arif, Alfa, Ade


Senin, 16 September 2013

Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah tempat pertama petualangan kami. Hari itu, Ahad 30 September 2012 pukul 01.00 dini hari, kami melakukan perjalanan menuju Bromo menggunakan sepeda motor. Membelah kota Surabaya di pagi buta menuju Sidoarjo, adu balap dengan truk-truk besar di Pasuruan hingga sampai pada persimpangan Probolinggo menuju Bromo. Jalan mulai menanjak, terus menanjak, berkelok-kelok hingga mencapai perkampungan suku Tengger. Beku...tangan saya mulai beku, disini dingin sekali. Berhenti sejenak, bertukar sarung tangan dengan istri lalu melanjutkan perjalan ke pintu gerbang Bromo. Setelah membayar tiket masuk, kami bergegas turun menuju padang pasir. Menikmati offroad, memarkir sepeda motor dan berjalan kaki menaiki anak tangga menuju  puncak Bromo.

Kawah Bromo

Puncak Bromo